Kegiatan ini merupakan lanjutan dari serap aspirasi dosen jurusan Akuntansi Syariah yang telah dilaksanakan pada tanggal 10 Februari 2022. Kegiatan Workshop Evaluasi Kurikulum yang dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 15 Februari 2022 ini dihadiri oleh para stakeholder, praktisi, alumni, dan dosen berlangsung selama satu hari dimulai pukul 08.00 hingga 15.00 WIB. Adapun stakeholder Jurusan Akuntansi Syariah yang hadir berasal dari KJA Multi Sinergi Consulting, Ikatan Akuntan Indonesia Wilayah Jawa Tengah Komisariat Pekalongan, Kantor Konsultan Pajak, KPP Pratama Pekalongan, RSUD Bendan Kota Pekalongan, SDI Kospin Jasa Syariah Pusat, dan Inspektorat Kota Pekalongan. Selain itu kegiatan ini dihadiri oleh alumni Jurusan Akuntansi Syariah angkatan pertama yaitu Angkatan 2017 dan dosen-dosen Jurusan Akuntansi Syariah.
Kegiatan dibuka dengan sambutan Dekan FEBI IAIN Pekalongan, yaitu Dr. Shinta Dewi Rismawati, SH, MH yang menyatakan bahwa kurikulum KKNI saat ini sudah berusia 5 tahun sehingga idealnya memang harus dievaluasi, diperbarui, dan direformasi. Selain itu, aspek penting yang harus diperhatikan ialah kearifan lokal yang dimiliki Kota Pekalongan dengan segala kekhasannya. Dr. Shinta Dewi Rismawati berpesan pada seluruh pengelola jurusan agar tetap memerhatikan mandat dan regulasi IAIN Pekalongan, kebijakan MBKM (Merdeka Belajar Kampus Merdeka), serta memperingatkan agar pemberlakuan kurikulum ini jangan sampai merugikan mahasiswa lama.
Sesi pertama dalam Workshop Evaluasi Kurikulum Jurusan Akuntansi Syariah yaitu pemaparan oleh Narasumber serta mendengarkan masukan dari masyarakat, pengguna lulusan, organisasi profesi, dan alumni. Adapun narasumber dalam Workshop Evaluasi Kurikulum Jurusan Akuntansi Syariah adalah Dr. Dra. Diah Vitri Widayanti, DEA. Beliau menjabat sebagai Kepala Pusat Penjamin Mutu Eksternal (PPME) Universitas Negeri Semarang. Beliau menerangkan tentang implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka bagi Program Sarjana dan tahapan dalam menyusun kurikulum, yang tediri dari mereview dan merumuskan apa yang dibutuhkan oleh masyarakat, pengguna lulusan. Dilanjutkan dengan menterjemahkan apa saja yang dibutuhkan oleh Pemerintah / kementerian pendidikan/ badan akreditasi yang kemudian akan diakhiri dengan apa yang diperlukan oleh Jurusan, Fakultas, dan Universitas.
Sesi kedua diisi dengan perumusan Profil Lulusan dan CPL Program Studi Akuntansi Syariah oleh stakeholder, Dosen Jurusan Akuntansi Syariah, dan alumni. Diharapkan dengan adanya workshop Evaluasi Kurikulum akan memberikan masukan dalam penyusunan kurikulum berbasis MBKM.
